Tuhan. . .
Aku tau mungkin ini salahku. Aku yang memilih jauh darinya. Dan sekarang aku benar sungguh merasakan pilunya kalbuku karena keadaan ini.
Tuhan. . .
Seberat inikah aku harus menjalaninya, aku terlalu rapuh Tuhan. Tak bisakah engkau memutar waktu yang telah berjalan ini. Aku lelah sangat Tuhan. Lelahku sungguh tak terkira. Kadang terfikir dibenakku untuk terbang jauh dari hidup yang kini sedang aku lalui. Tapi itulah hayalku semata, aku tetap harus menjalaninya.
Tuhan. . .
Putarlah malam sehingga datang dengan cepat, supaya perih ini tak terlalu lama aku merasakannya. Biarlah aku terlelap dalam mimpi indahku. Dan saat aku terbangun nanti. Aku ingin menyapa bidadari kecilmu yang selalu memguatkanku.
Tuhan. . .
Perlahan aku tau, inilah jalan hidup yang telah kau gariskan kepadaku. Dan sekarang aku akan coba menjalaninya dengan senyuman getir yang aku coba paksakan. Setidaknya aku tau engkau masih menyayangiku dengan cobaan ini
Rabu, 26 November 2014
Tuhan, Inilah Jeritan Hambamu
Selasa, 25 November 2014
Rasaku . . .
Pernahkah kamu tau bagaimana perihnya hati seorang gadis kecil yang sedang merasakan kesan pertama kesungguhan jatuh cinta tetapi di sakiti ??
Itu sunggu perih,
Tapi tak pernah sedikitpun kau mencoba membuka hatimu sedikit saja untuk gadis kecil yang hanya mampu mengagumimu dari kejauhan ini
Aku hanya mampu melihat dan merasakan adanya kamu tanpa mampu menyentuhmu
Sedangkan untuk menyentuh, sekedar mendekatimu saja sudah terlalu merasakan sakit dan pilu direlung hati
Kamu datang disaat aku membutuhkan kesejukan kala api kehidupan membakarku dengan kesewenang-wenangannya
Tapi engkau hadir menebarkan embun kesejukan untukku, untuk hidupku
Kehadiranmu membuka celah baru untukku menatap masa depan dengan lebih mendongak.
Tetapi di kala embun itu semakin sejuk aku rasakan, tiba-tiba kamu membuat kobaran api yang bergejolak
Sakit, sungguh sakit kakak.
Harapan palsumu membakar dan meruntuhkan seluruh tiang penyangga hatiku.
Bahagialah bersamanya. . . Aku tak apa :)