Kisahku . . .
Tiada kurasa mulai ada jarak antara hati kita
Keraguan mulai merasuk dijiwaku
Tiada keyakinan akan ketulusanmu
Pedih , sakit hatiku karena sikapmu
Tiada kau peduli akan perasaanku
Dengan sesuka hatimu . . .
Kau mengingat masa lalumu
Tiada kau sadar akan laranganmu
Tiada kau perbolehkan aku mengingat masa laluku
Keegoisanmu meruntuhkan dinding dinding cintaku
Dinding cinta yang telah kubangun dengan kesetiaan
Hampir hancur lebur tertiup angin kepedihan
Tiada arti diriku dimatamu
Jikalau kau tiada sayang padaku
Aku hanya bisa memohon kepadamu
Lupakan aku
Lupakan semua kisah kita
Jika mungkin itu jalan terbaik
Aku rela tersakiti asal kau bahagia
Aku terima kepedihan jiwaku
Yang telah kau beri
Jumat, 28 September 2012
Minggu, 16 September 2012
KASIH TLAH JAUH
Rindu . . .
Hanya itu yang dapat aku teriakkan
Teriakkan dari ruang kalbu
Yang terucap dari bibirku
Cinta yang dulu selalu di dekatku
Kini dia pergi jauh
Kini dia mengejar sang mimpi
Hingga kini hanya ada aku sendiri
Aku dalam Kesepian . . .
Aku sendiri dalam kesedihan
Walau diluar bibirku dapat tersenyum
Seakan rela kau pergi meraih mimpimu
Tapi . . .
Luka sukma tiada dapat ku pungkiri
Kini hidup Sepi tanpamu
Tuhan . . .
Hanya padamulah aku memohon
Tolonglah jaga dia . . .
Tolong jaga hatinya untuk hatiku yang rapuh ini
Tiada dapat aku menapaki arti hidup ini
Tanpa dia yang memberi arti
RINTIHAN KALBUKU UNTUK SANG KEKASIH
Hanya itu yang dapat aku teriakkan
Teriakkan dari ruang kalbu
Yang terucap dari bibirku
Cinta yang dulu selalu di dekatku
Kini dia pergi jauh
Kini dia mengejar sang mimpi
Hingga kini hanya ada aku sendiri
Aku dalam Kesepian . . .
Aku sendiri dalam kesedihan
Walau diluar bibirku dapat tersenyum
Seakan rela kau pergi meraih mimpimu
Tapi . . .
Luka sukma tiada dapat ku pungkiri
Kini hidup Sepi tanpamu
Tuhan . . .
Hanya padamulah aku memohon
Tolonglah jaga dia . . .
Tolong jaga hatinya untuk hatiku yang rapuh ini
Tiada dapat aku menapaki arti hidup ini
Tanpa dia yang memberi arti
RINTIHAN KALBUKU UNTUK SANG KEKASIH
Jumat, 14 September 2012
BUNDA
Pedih . . . Perih
Aku hadapi semua sendiri
Aku lewati tanpa senyummu lagi bunda
Disini aku merindukanmu
Aku teringat ketika pelukmu menemani tidurku
Akupun teringat ketika nasehatmu terlontar
Ketika asa perih menyayat hatiku
Dulu kaulah yang selalu ada untukku
Tapi . . .
Sekarang tiada sama dengan dahulu
Kini kusendiri disini
Menempuh sepi tanpa nasehat dan pelukanmu
Bunda . . .
Seandainya waktu bisa ku putar
Inginku selalu dekat denganmu
Inginku selalu dalam pelukanmu
Kini aku jauh darimu . . .
Tiada mampu aku selalu bersamamu
Tapi aku yakin . . .
Do'amu selalu menyertaiku
Demimu aku akan berusaha sekuat tenaga dan fikiranku
Tak ada di benakku hasrat untuk mengecewakanmu
"I MISS YOU BUNDA"
Aku hadapi semua sendiri
Aku lewati tanpa senyummu lagi bunda
Disini aku merindukanmu
Aku teringat ketika pelukmu menemani tidurku
Akupun teringat ketika nasehatmu terlontar
Ketika asa perih menyayat hatiku
Dulu kaulah yang selalu ada untukku
Tapi . . .
Sekarang tiada sama dengan dahulu
Kini kusendiri disini
Menempuh sepi tanpa nasehat dan pelukanmu
Bunda . . .
Seandainya waktu bisa ku putar
Inginku selalu dekat denganmu
Inginku selalu dalam pelukanmu
Kini aku jauh darimu . . .
Tiada mampu aku selalu bersamamu
Tapi aku yakin . . .
Do'amu selalu menyertaiku
Demimu aku akan berusaha sekuat tenaga dan fikiranku
Tak ada di benakku hasrat untuk mengecewakanmu
"I MISS YOU BUNDA"
Sabtu, 25 Agustus 2012
Dia Bukan Dia
Tuhan . . .
Masa lalu yang dulu kelabu
Kini datang kembali
Membawa Sepercik Cahaya dalam gelapku
Cahaya itu datang di kala gundah menerpaku
Tetapi mengapa ???
Mengapa cahaya itu perlahan mendidihkan hatiku
Mungkinkah dia datang sebagai malaikat
Ataukah dia masa lalu yang ingin kembali menyakitiku
Tuhan . . .
Aku takut dengan semua ini
Semua yang ada padanya hanya merongrong jiwaku
Hanya mengikis kesakitan hatiku
Aku ingib dia kembali pergi
Dia pergi dari hati yang hina ini
Tuhan . . .
Cukuplah hati ini berada di persinggahan bersama
Bersama dia bukan dia . . .
Aku sudah kembali terbangun dari kerapuhan
Jangan kau buat hati ini kembali tersedu
Hanya itu pintaku
Masa lalu yang dulu kelabu
Kini datang kembali
Membawa Sepercik Cahaya dalam gelapku
Cahaya itu datang di kala gundah menerpaku
Tetapi mengapa ???
Mengapa cahaya itu perlahan mendidihkan hatiku
Mungkinkah dia datang sebagai malaikat
Ataukah dia masa lalu yang ingin kembali menyakitiku
Tuhan . . .
Aku takut dengan semua ini
Semua yang ada padanya hanya merongrong jiwaku
Hanya mengikis kesakitan hatiku
Aku ingib dia kembali pergi
Dia pergi dari hati yang hina ini
Tuhan . . .
Cukuplah hati ini berada di persinggahan bersama
Bersama dia bukan dia . . .
Aku sudah kembali terbangun dari kerapuhan
Jangan kau buat hati ini kembali tersedu
Hanya itu pintaku
Selasa, 07 Agustus 2012
Kasih Kembali
Kasih . . .
Pagi ini ku dengar panggilan sayangmu kembali
Setelah kian hari kulalui gundahku
Kini kau kembali mengobati lukaku
Untaian-untaian kata sayang
Kau utarakan padaku
Hingga hatiku tersipu malu
Kasih . . .
Dalam rintihan harap dan doa'aku
Aku memohon pada tuhanku
Aku berharap kau tak pergi dari kisahku kembali
Hatiku tlah kutautkan kembali padamu
Kasih . . .
Aku harap tiada dusta dari hatimu
Tiada kebohongan akan cinta kita
agar tiada ku teteskan air mataku lagi
Kasih . . .
Candamu tlah mengisi hari-hariku lagi
Tawamu menggugah senyumku
Jangan kau tinggalkan aku lagi
Karena tanpamu . . .
Aku merasa tiada mampu menghadapi hari dan hidupku
Karena hanya kamu penyemangatku
Karena hanya tempat curahanku
Pagi ini ku dengar panggilan sayangmu kembali
Setelah kian hari kulalui gundahku
Kini kau kembali mengobati lukaku
Untaian-untaian kata sayang
Kau utarakan padaku
Hingga hatiku tersipu malu
Kasih . . .
Dalam rintihan harap dan doa'aku
Aku memohon pada tuhanku
Aku berharap kau tak pergi dari kisahku kembali
Hatiku tlah kutautkan kembali padamu
Kasih . . .
Aku harap tiada dusta dari hatimu
Tiada kebohongan akan cinta kita
agar tiada ku teteskan air mataku lagi
Kasih . . .
Candamu tlah mengisi hari-hariku lagi
Tawamu menggugah senyumku
Jangan kau tinggalkan aku lagi
Karena tanpamu . . .
Aku merasa tiada mampu menghadapi hari dan hidupku
Karena hanya kamu penyemangatku
Karena hanya tempat curahanku
Rintihan Memoriku
Suatu memori teringat di benakku
Akankah kau memikirkan gundah di hatiku
Aku terfikir tentangmu
Tiada kabar ku dapat darimu
Kekhawatiran ini merasuk tepat di ulu hatiku
Ingin aku menangis
Ingin aku berteriak . . .
Tapi sepi menghalangi air mataku
Aku ingin kau hadir di dalam sepiku
Kau memelukku dalam pedih ini
Kau berikanku belaian kasihmu padaku kembali
Aku rindu kehangatan kasihmu
Sekarang . . .
Tinggallah diriku dalam sepi yang merasuk
Aku hanya bisa terdiam
Merenungi nasib jiwa dan batin ini
Aku ingin memeluk bulan dan bintang
Untuk membagi kisahku
Aku tau itu hanya sebatas mimpiku
Ketika ku teringat padamu
Seakan rasa sesak membelit dadaku
Rintihan kalbuku teringat memori masa laluku
Akankah kau memikirkan gundah di hatiku
Aku terfikir tentangmu
Tiada kabar ku dapat darimu
Kekhawatiran ini merasuk tepat di ulu hatiku
Ingin aku menangis
Ingin aku berteriak . . .
Tapi sepi menghalangi air mataku
Aku ingin kau hadir di dalam sepiku
Kau memelukku dalam pedih ini
Kau berikanku belaian kasihmu padaku kembali
Aku rindu kehangatan kasihmu
Sekarang . . .
Tinggallah diriku dalam sepi yang merasuk
Aku hanya bisa terdiam
Merenungi nasib jiwa dan batin ini
Aku ingin memeluk bulan dan bintang
Untuk membagi kisahku
Aku tau itu hanya sebatas mimpiku
Ketika ku teringat padamu
Seakan rasa sesak membelit dadaku
Rintihan kalbuku teringat memori masa laluku
Senin, 06 Agustus 2012
Rintihan Malamku
Tuhan . . .
Tepat tengah malam ini
Kusimpuhkan diriku di hadapanmu
Ku menangis ku ceritakan semua keluhku padamu
Hanya kau lah tempatku berbagi cerita
Kau penciptaku . . .
Kau takdirkan setiap masalah untukku
Kepadamu lah ku kembalikan kisah ini
Kisah ini kuceritakan
Ku meminta petunjukmu
Tuhan . . .
Dalam simpuhan hati ini
Ku tenggelamkan diriku dalam do'a
Ku utarakan semua keinginan dan harapan ku
Aku tau semua masalahku hanya kaulah yang tau jalan terbaiknya
Hanya kaulah yang mampu menuntunku
Tuhan . . .
Dalam harap dan do'aku
Aku sangat memohon kepadamu
Dalam segala masalahku berikan jalan terbaikmu
Sehingga aku tak terlarut-larut dalam air mata
Tuhan . . .
Atas segala takdir dan ujianmu
Aku sangat meyakini
Inilah jalan yang terbaik untuk hidupku
Dan . . . Pasti dapat melatih kedewasaanku
Tepat tengah malam ini
Kusimpuhkan diriku di hadapanmu
Ku menangis ku ceritakan semua keluhku padamu
Hanya kau lah tempatku berbagi cerita
Kau penciptaku . . .
Kau takdirkan setiap masalah untukku
Kepadamu lah ku kembalikan kisah ini
Kisah ini kuceritakan
Ku meminta petunjukmu
Tuhan . . .
Dalam simpuhan hati ini
Ku tenggelamkan diriku dalam do'a
Ku utarakan semua keinginan dan harapan ku
Aku tau semua masalahku hanya kaulah yang tau jalan terbaiknya
Hanya kaulah yang mampu menuntunku
Tuhan . . .
Dalam harap dan do'aku
Aku sangat memohon kepadamu
Dalam segala masalahku berikan jalan terbaikmu
Sehingga aku tak terlarut-larut dalam air mata
Tuhan . . .
Atas segala takdir dan ujianmu
Aku sangat meyakini
Inilah jalan yang terbaik untuk hidupku
Dan . . . Pasti dapat melatih kedewasaanku
Memori Masa lalu
Cinta . . .
Kata-kata itu kudengar dari mulut manismu
Ku telaah dalam relung kalbu
Ku simpan di memori terdalam
Kasih . . .
Kau teriakkan kata itu padaku
Ku dengar , Aku tersenyum
Indah kata itu terngiang di telingaku
Tapi . . . Sekarang . . .
Tiada ku dengar kata Cinta
tiada kau ucapkan kata kasih
Aku rindu kau menyebut itu
Tapi apakah dayaku , Kau telah pergi
Kau pergi meninggalkanku
Di kala aku sedang tertatih dalam kepedihan
Tiada terpikir di benakku . . .
Kau lakukan ini padaku
Sungguh kejam . . . Sungguh Tega
Tuhan Kau tau hatiku
Kau tau perasaanku . . .
Betapa sakit hati hambamu ini
Aku sadar aku terlanjur mencintainya
Tapi masih Pantaskah perasaan itu
Setelah Sesuka hatinya mencabik-cabik hatiku
Aku hanya berharap . . .
Kau tersadar akan hatiku
Kata-kata itu kudengar dari mulut manismu
Ku telaah dalam relung kalbu
Ku simpan di memori terdalam
Kasih . . .
Kau teriakkan kata itu padaku
Ku dengar , Aku tersenyum
Indah kata itu terngiang di telingaku
Tapi . . . Sekarang . . .
Tiada ku dengar kata Cinta
tiada kau ucapkan kata kasih
Aku rindu kau menyebut itu
Tapi apakah dayaku , Kau telah pergi
Kau pergi meninggalkanku
Di kala aku sedang tertatih dalam kepedihan
Tiada terpikir di benakku . . .
Kau lakukan ini padaku
Sungguh kejam . . . Sungguh Tega
Tuhan Kau tau hatiku
Kau tau perasaanku . . .
Betapa sakit hati hambamu ini
Aku sadar aku terlanjur mencintainya
Tapi masih Pantaskah perasaan itu
Setelah Sesuka hatinya mencabik-cabik hatiku
Aku hanya berharap . . .
Kau tersadar akan hatiku
Rapuhku Kehilanganmu
Kakak . . .
Kata-katamu menusuk di relung kalbuku
Kata cintamu kan slalu ku kenang
Walau kini tiada lagi kisah antara kita
Namun Semua tiada dapat kulupakan kisah antara kita
Kakak . . .
Ku teriakkan namamu di malam suciku
Kuteteskan air mataku di kala itu
Ku tak mampu menahan gejolak jiwaku
Aku takut . . . Aku rapuh . . . Aku sakit
Kakak . . .
Kuteringat saat pertama bertemu
Tiada kata kenal antara kita
Tapi ntah mengapa
Kau tiba-tiba hadir dalam hidupku
Kau sejukkan kalbuku yang di ambang kepedihan
Kau bisikkan kata-kata halus
Yang menyentuh memori serpihan hatiku
Kau satukan kepingan hatiku yg tlah tercecer
Kakak . . .
Tapi mengapa takdir seperti ini
Mengapa takdir tiada mengerti hati kita
Ahhh . . .
Tiada guna pula aku sesalkan
Tuhan maha tau akan hati hambanya
Semoga Jalan kan menyatukan takdir kita
Rapuhku karena kehilanganmu
Kata-katamu menusuk di relung kalbuku
Kata cintamu kan slalu ku kenang
Walau kini tiada lagi kisah antara kita
Namun Semua tiada dapat kulupakan kisah antara kita
Kakak . . .
Ku teriakkan namamu di malam suciku
Kuteteskan air mataku di kala itu
Ku tak mampu menahan gejolak jiwaku
Aku takut . . . Aku rapuh . . . Aku sakit
Kakak . . .
Kuteringat saat pertama bertemu
Tiada kata kenal antara kita
Tapi ntah mengapa
Kau tiba-tiba hadir dalam hidupku
Kau sejukkan kalbuku yang di ambang kepedihan
Kau bisikkan kata-kata halus
Yang menyentuh memori serpihan hatiku
Kau satukan kepingan hatiku yg tlah tercecer
Kakak . . .
Tapi mengapa takdir seperti ini
Mengapa takdir tiada mengerti hati kita
Ahhh . . .
Tiada guna pula aku sesalkan
Tuhan maha tau akan hati hambanya
Semoga Jalan kan menyatukan takdir kita
Rapuhku karena kehilanganmu
Cintaku Bukan Cintaku
Cintaku bukan cintaku . . .
Berawal dari barang tak berguna
aku mulai mengenalmu
mengenal dari hati ke hati
Hari demi hari slalu kita lewati dengan penuh canda
Hingga Sinyal cintapun hadir diantara kita
Tapi seiring berjalannya waktu
Tanpa kusadari . . ,
Hatiku sudah di ambang kehancurah
Cinta dan kasih sayang yang slalu kau beri
Luluh Lantak bagai pasir di terjang ombak
Perih hatiku menahan lara
Kakak . . .
Hanya itu kata yang mampu Ku ucapkan
Kamu lah cintaku . . .
sayangku tlah tertaut padamu
Walau hati tak merestui
tapi ntah mengapa tiada mampu aku melupakanmu
Kenanglah kasih antara kita
Walaupun Cintaku Bukanlah Cintaku . . .
Berawal dari barang tak berguna
aku mulai mengenalmu
mengenal dari hati ke hati
Hari demi hari slalu kita lewati dengan penuh canda
Hingga Sinyal cintapun hadir diantara kita
Tapi seiring berjalannya waktu
Tanpa kusadari . . ,
Hatiku sudah di ambang kehancurah
Cinta dan kasih sayang yang slalu kau beri
Luluh Lantak bagai pasir di terjang ombak
Perih hatiku menahan lara
Kakak . . .
Hanya itu kata yang mampu Ku ucapkan
Kamu lah cintaku . . .
sayangku tlah tertaut padamu
Walau hati tak merestui
tapi ntah mengapa tiada mampu aku melupakanmu
Kenanglah kasih antara kita
Walaupun Cintaku Bukanlah Cintaku . . .
Langganan:
Komentar (Atom)